6 Tips Merawat Aki Atau Baterai Agar Tetap Awet dan Tahan Lama. Memulai cari ide bisa lebih cepat jika menggunakan contoh, tepat kalau begitu anda mengunjungi situs yang mengulas berbagai macam tentang otomotif. Kendaraan sepeda motor hingga mobil bus dan truk. Memilih postingan ini untuk mengembangkan wawasan kamu, mengatur ide yang hendak dikeluarkan untuk memulai sebuah keinginan. Tentu saja semua itu diperlukan referensi, setidaknya setelah anda membaca disini, bisa sedikit mengetahui apa saja yang harus dilakukan. Kalau begitu selesaikan saja tulisan ini. 6 Tips Merawat Aki Atau Baterai Agar Tetap Awet dan Tahan Lama. Aki atau accu atau baterai adalah salah satu komponen penting dalam kendaraan baik motor atau mobil, aki biasanya dipakai untuk membantu sistem kelistrikan seperti sistem strater, kemudian untuk penerangan, walaupun lampu tanda belok, lampu depan belakang kendaraan dapat bekerja tanpa aki (karena disuplay langsung oleh sistem pengisian), namun peranan aki atau baterai tetaplah sangat penting, untuk itu aki harus dirawat agar tetap awet dan tahan lama.
6 Tips Merawat Aki Atau Baterai Agar Tetap Awet dan Tahan Lama


Aki kering atau aki basah memiliki masalah yang sama dan biasanya yaitu aki tekor atau soak. Kalau aki sudah tekor atau soak tentu harus diperbaiki bahkan harus diganti dengan aki yang baru. Namun sebelum masalah itu terjadi alangkah baiknya jika kita selalu merawat aki atau baterai. Bahkan aki yang berlabel MF atau maintenance free alias bebas perawatan tetap harus kita rawat secara berkala agar tetap awet dan tahan lama. Baca juga cara menyetel katup motor

Untuk itulah, pada artikel ini motorrbaru.blogspot.com akan sajikan 6 tips merawat aki atau baterai agar awet dan tahan lama, sehingga suplay kelistrikan pada kendaraan tetap terpenuhi dan memperpanjang usia sistem kelistrikan juga terutama penerangan. Seperti apa saja tipsnya?
  • 1. Menjaga Suhu Aki atau Baterai
Aki atau baterai kendaraan dapat bekerja dengan maksimal dan normal pada suhu yang tidak terlalu tinggi. Menjaga suhu aki atau baterai agar tidak berlangsung penguapan yang terlalu berlebihan. Terlebih lagi untuk aki basah.

Oleh karena itu agar aki atau baterai tidak panas terlalu berlebih, pakailah foam atau cara mudahnya adalah meletakkan aki pada tempat yang dapat membuat dingin, sehingga aki mendapatkan aliran udara yang bagus. Jika aki tidak terlalu panas maka penyaluran listrik yang dilakukan aki atau baterai menjadi tidak terganggu akibat overheat.
  • 2. Gunakan Pengikat Aki atau Baterai
Pengikat aki atau bracket berfungsi untuk mengikat aki pada dudukannya agar tidak oleng ketika motor atau mobil bergoyang karena jalanan tidak merata. Sehingga pengikat aki ini tidak dapat diremehkan.
Cara menyetel pengikat aki atau baterai cukup mudah, tinggal disetel pada baut yang ada pada pengikat aki tersebut, kencangkan pengikat aki agar aki tertahan pada dudukannya dan tidak terlempar.

  • 3. Cek Kondisi Alternator
Alternator adalah komponen pada kendaraan yang berfungsi untuk mencharger aki atau baterai ketika kendaraan tersebut dalam keadaan hidup. Walaupun alternator tidak terdapat pada aki alias komponen sendiri, namun antara alternator dan aki berhubungan.

Alternator harus diperhatikan kondisinya agar selalu fit agar dapat mensuplay listrik ke aki atau baterai. Rentang ideal tegangan pada alternator biasanya antara 13,8 sampai 14, 8 volt. Dan jika alternator rusak sebaiknya segera perbaiki agar aki tidak tekor karena tidak ada yang charger.
  • 4. Cek Terminal Aki atau Baterai
Kutub aki atau terminal aki berfungsi sebagai konektor pada aki, konektor aki harus dicek secara teratur dan berkala, bersihkan kotoran yang menempel pada terminal aki dan hindari kelembapan pada terminal atau kutub aki. Karena kelembapan dan kotoran pada terminal aki akan menumbuhkan jamur dan dapat menyebabkan korosi pada terminal aki tersebut.
  • 5. Pemakaian Aksesoris Kendaraan
Aki atau baterai pada kendaraan dapat cepat rusak karena pemakaian yang tidak wajar atau salah pemakaian, misalnya adalah ketika mobil dalam keadaan mati, namun ada aksesoris mobil misal radio, ac, dan lain-lain yang tidak dimatikan. Begitupun pada sepeda motor, mesin dalam keadaan mati nampun klakson dinyalakan atau lampu sein dinyalakan terus.
Hal-hal seperti ini dapat membuat aki cepat rusak, karena ketika mesin dalam posisi mati tidak ada suplay pengisian atau charger pada aki sementara aki atau baterai dipakai untuk aksesoris, sehingga aki atau baterai akan bekerja keras mensuplai listriknya. Maka aki atau baterai akan soak. Jika ingin menghidupkan aksesoris maka sebaiknya mesin tetap dinyalakan agar terjadi pengisian atau charger pada aki.
  • 6. Perhatikan Air Aki
Tips merawat aki atau beterai yang terakhir ini khusus untuk aki basah. Perhatikan kondisi air pada aki atau baterai. Kondisi air aki harus berada pada posisi ideal agar dapat bekerja dengan optimal. Jika air aki sudah kurang dari batas yang ditentukan maka segeralah ke bengkel untuk menambah air aki. Cara mengecek kondisi air aki sangat mudah, perhatikan garis atau strip yang ada pada body aki tersebut.
Itulah 6 tips Merawat Aki Atau Baterai Agar Tetap Awet dan Tahan Lama semoga bermanfaat dan dapat dipraktekkan pada kendaraan sobat. yuuk dishare.. salam otomotif!

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.

© Copyright 2020 Belajar Otomotif - All Rights Reserved